Harga Mati di Dongdaemun

by - Agustus 15, 2016

Akhir Desember 2015, saya berkesempatan mengunjungi kawasan Dongdaemun, Korea Selatan yang terkenal sebagai kawasan bisnis fashion. Setelah touch down di Hotel yang berada di kawasan yang sama mulailah saya blusukan dari mall ke mall dan pusat perbelanjaan yang buka 24 jam setiap harinya.

Sepanjang mata memandang suasana di dongdaemun mirip kawasan ITC namun tampak lebih modern dan bersih, segala jenis fashion bisa kamu temui disini mulai dari baju, celana, sepatu dan aksesories lainnya. Kalau kamu penah menonton Drama Fashion King atau Cinderlella Man tentunya kamu pasti akan familiar dengan suasana Dongdaemun yang merupakan bussines Fashion District terkenal di Korea Selatan yang menjadi latar belakang cerita kedua drama tersebut.

Berhubung Desember adalah musim dingin maka toko yang pertama saya tuju adalah toko yang menjual sarung tangan dan topi untuk menutup kepala dari hawa dingin yang bisa mencapai minus 5 derajat celcius bila malam hari. Nah mulailah saya memilih mana sih sarung tangan atau topi yang bagus, seperti lazimnya orang berbelanja tentu dong yang dilihat selain barang adalah harganya. Disinilah akhirnya menemukan Kata Unik yang awalnya membuat saya bingung namun akhirnya justru membuat saya tertawa πŸ˜€πŸ˜πŸ˜…πŸ˜†.

"HARGA MATI", kata unik ini tertulis label harga dan promo sale toko tersebut, setelah saya cek ke toko sebelah (kebiasaan di ITC cek aja ke toko sebelah πŸ˜‚πŸ˜‰) ternyata label harga barang-barang yang dijual juga bertuliskan Harga Mati bersanding dengan kata Fixed Price, makin ketawa saya perasaan terjemahan fixed price itu harga tetap deh lalu kenapa di label juga tertulis Harga Mati ? πŸ˜„πŸ˜ƒ ternyata usut punya usut tulisan kata ini sengaja dituliskan untuk memberikan pesan kepada orang Indonesia yang berbelanja di Dongdaemun, kenapa bisa begitu πŸ˜…πŸ˜€πŸ˜Š Orang Indonesia Punya Kebiasaan Nawar sih kalau membeli barang, nah kebiasaan Menawar Harga yang lazim di Indonesia ini sering terbawa juga ke luar negeri ketika berbelanja ☺πŸ˜ŠπŸ˜†.

Saya sampai bercanda wah jangan-jangan kalo nawar harga disini dimatiin lagi setelah itu, ngeri ah 😨😨😨, enggak ternyata πŸ˜ŠπŸ˜† itu cuma cara para pedagang di Dongdaemun menerapkan fair and fixed price policy, kebijakan ini juga berlaku untuk pembeli lainnya dari negara manapun.

Dongdaemun memang kawasan favorit para turis untuk berbelanja, khususnya turis asal Indonesia yang mencari fashion dengan harga murah dan berkualitas di Korea Selatan. Jangan kaget kalo kamu ketahuan berasal dari Indonesia lalu tiba-tiba pedagang disana mengajak kamu berbicara dengan Bahasa Indonesia, mereka ternyata mencoba juga memahami budaya Indonesia untuk menarik konsumen dari negara kita melalui Bahasa Indonesia, termasuk memahami budaya Menawar bangsa kita juga πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† namanya juga bisnis. Jangan kapok deh ... tetep tawar saja meskipun tertulis "Harga Mati" !!! Buktinya saya bisa dapat bonus saat membeli baju meskipun harganya nggak bisa turun πŸ˜€πŸ˜…πŸ˜πŸ˜‚ lumayan. 

Yasmine Jung





You May Also Like

1 komentar

  1. Bwahahahahaha... Kebaca ya , orang indonesia tukqng nawar. Di mana aja di tawar. Xixixi... Besok besok kalau main ke dongdaemon gak nawar deh.. Hehehehe

    BalasHapus